Sahabat~~

Jumaat, 14 Januari 2011

Surat Cinta Seorang Ikhwan


Berikut ini adalah sebuah surat cinta dari seorang ikhwan, yang ditujukan kepada seorang ikhwan Surat cinta ini, bukanlah sekedar surat cinta biasa, namun Surat ini menyiratkan perasaan seseorang yang sudah memendam perasaan terhadap seorang ikhwan selama pertemuan pertamanya..

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Allah, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi)

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada bidadari-ku nanti. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanlah dirimu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA. Wassalam

Selasa, 11 Januari 2011

Syaitan Mengejutnya untuk Solat

Suatu hari, akibat keletihan yang amat sangat Syeikh Abdul Qadir al-Jailani hampir terlewat bangun tidur walaupun waktu subuh hampir tiba.
Melihat keadaan itu, syaitan telah menyamar menjadi seekor kucing dan menggigit ibu jari kaki Syeikh Abdul Qadir.
Syeikh Abdul Qadir pun terbangun. Mujur waktu subuh baru sahaja masuk. Dalam pandangan mata hatinya Syeikh dapat melihat syaitan yang berupa seekor kucing itu.
"Mengapa kau kejutkan aku untuk solat subuh, padahal kau amat benci kepada orang yang solat?"
"Aku bimbang sekiranya kau terlewat bangun subuh."jawab syaitan.
Kehairanan, Syeikh Abdul Qadir lalu bertanya, "Kenapa?"
Syaitan menjawab kerana dia takut kepada orang yang takutkan Allah.
"Aku takut jika kau terlewat untuk solat subuh, kau akan menampung kelewatan itu dengan amalan-amalan yang lain yang lebih banyak dan lebih serius," kata syaitan.
Tambahan syaitan itu lagi, "Kau akan bersedekah. Kau akan membantu orang lain. Kau akan membaca al-Quran untuk menampung kesalahanmu yang sedikit. Dengan itu nanti, aku dan kawan-kawanku pula akan bertambah susah. Kerja kami akan bertambah banyak dan sukar. Jadi, lebih baik kamu solat subuh tepat pada waktunya, dan kami tidak akan terpaksa menghadapi banyak kerja untuk menyekat amalan-amalan baikmu nanti."


Pengajaran:Begitulah kreatif dan inovatifnya syaitan dalam menyekat manusia. Dia bukan sahaja arif tentang amalan baik dan jahat tetapi dia juga arif tentang keutamaan amal.

*Renung-renungkanlah....

(petikan dari majalah SOLUSI)

Selasa, 28 Disember 2010

Sunnah dalam Hubungan Lelaki dan Wanita

Islam itu meraikan fitrah. Jika anda suka kepada perempuan, bersyukurlah kerana anda normal dan bukan gay. Jika si gadis tertawan dengan sang lelaki, itu juga normal dan tidaklah berdosa dalam Islam. Tetapi ada aturannya...

01. Ramai pasangan keluar berdua-duaan tidak kiralah sama ada pergi shopping, dating, atau ke masjid sekalipun. Ketahuilah itu dilarang sama sekali. Bagi yang sudah bertunang sekalipun aturannya tetap ketat. Keluar dibolehkan tetapi dengan syarat ditemani oleh mahram yang (1)tsiqah. Ada yang mengajak teman, sedangkan teman yang diajak itu merapu dan tidak tahu hukum-hakam.

02. Kurangkan komunikasi yang tidak berkenaan. Isi perbincangan seharusnya dikawal. Isi pun dikawal, gantiaan nama seperti ayang itik, abang, ucuk dan segala hal lagilah bersalahan dengan syarak.

03. Tidak boleh bersentuhan sama sekali. Jadi diharap tiadalah dialog: "Saya dan dia cukup menjaga. Kami tidak melakukan larangan. Paling tidak pun hanya sekadar berpegangan tangan saja." Pegang tangan sahaja... hurm.

04. Elakkan fitnah daripaada masyarakat sekeliling. Mahu elakkan fitnah, jangan cipta fitnah. Jangan salahkan masyarakat mengata, sedangkan diri dengan pasangan kelakuan sumbang.

05. Berkaitan gambar. Melihat aurat sudah semestinya sudah salah. Sekarang trend menjadikan gambar pasangan sebagai wallpaper telefon bimbit, laptop bahkan menjadi primary picture di Facebook dan Friendster. Dua kali salah! Dilarang bertukar gambar tanpa sebab yang syarie'.

06. Jika semua ini kita tidak mampu lakukan dan penyelesaian pernikahan itu masih jauh perjalanannya. Putuskanlah hubungan itu dengan serta-merta. Pedih lagi sedih. Memang! Tetapi itulah mujahadah. Rintangan dihadapan lagi besar dan memerlukan lebih tinggi mujahadahnya berbanding putuskan hubungan itu. Percayalah, jika niat semua itu kerana Allah s.w.t., Dia akan gantikan duka lara hati dengan kegembiraan lebih besar daripada itu.


*sekadar perkongsian bersama*

Ahad, 19 Disember 2010

" SEMOGA INI BAIK , INSYA ALLAH "

Dikisahkan, ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya. Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.

Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, insya Allah.”

Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya.

Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”


==oOo==


Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan : "Semoga ini baik, insya Allah.” Semoga ALLOH SWT memberi kebaikan pada kehidupan Anda. Amiin :)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetauhi”. (QS Al-Baqarah : 216)


Subhanallah. . . .


===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....

Barakallahufiikum.semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Isnin, 8 November 2010

Nama-Nama Syaitan Dalam Al-Fatihah

Assalamualaikum! Semoga boleh dimanfaatkan bersama. Al-Fatihah adalah satu rukun dalam solat, apabila cacat bacaannya maka rosaklah solat. Oleh itu perbaikilah bacaannya dengan ilmu tajwid. Bukan setakat bacaannya saja rosak malah kita menyebut nama syaitan di dalam solat kita.

Berikut diperturunkan nama syaitan laknatyang wujud didalam surah Al-Fatihah, sekiranya kita tidak berhati-hati.

Nama-nama syaitan tersebut:-


1. DU LI LAH (bila dibaca tiada sabdu)sepatutnya DULILLAH,


2. HIRROB (bila dibaca dengan sabdu)sepatutnya HI ROB,


3. KIYYAU (bila dibaca dengan sabdu)sepatutnya KI YAU,


4. KANNAK (bila dibaca dengan sabdu)sepatutnya KA NAK,


5. KANNAS (bila dibaca dengan sabdu)sepatutnya KA NAS,


6 Iya (disebut tanpa sabdu) sepatutnyaIyya. Iya bermaksud 'matahari'. Dalam ayat ke 5, jika salah bacaannya akanbermaksud "kepada mataharilah yang kami sembah dan kepada mataharikami meminta pertolongan!!!!"


7) SIROTHOLLAZI.......... sehingga habishendaklah dibaca tanpa henti.


8) AMIN hendaklah mengaminkan Al-Fatihahdengan betul iaitu AA... 2 harakat, MIN... 2/4/5 harakat.


Semoga Amin kita bersamaan dengan Amin malaikat,Insya-Allah. Semoga kita menjadi orang yang sentiasa memperbaiki bacaannya.


Perhatian!

Sebarkanlah hukum Allah walaupun satu ayatsemoga kita mendapat rahmatNya, Insya-Allah.


Wassalam

Khamis, 4 November 2010

PESANAN NABI SEBELUM TIDUR,1 MINIT SHJ..

Sekadar ingat mengingati.. ...

SEBELUM Tidur

Perkara Sebelum Tidur( Tafsir Haqqi )

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur

sebelum melakukan empat perkara, aitu :

1. Sebelum khatam Al Qur'an,

2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,

3. Sebelum para muslim meredhai kamu,

4. Sebelum kau laksanakan haji dan umrah....

"Bertanya Aisyah :

"Ya Rasulullah.. .. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas

tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.

Bismillaahirrohmaan irrohiim,

Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walamyakul

lahuu kufuwan ahad' ( 3 x )

Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua

akan memberi syafaat di hari kiamat.

Bismillaahirrohmaan irrohiim, Alloohumma shollii 'alaa syaidinaa

Muhammad wa'alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x )

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.

Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum

wa atuubu ilaih ( 3 x )

Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka

seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"

Bismillaahirrohmaan irrohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi

walaailaaha

illalloohu alloohu akbar(3 x )

Sekian untuk ingatan kita bersama.

* Kalau rajin..Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Muslim yang lain.Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orag yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.